-->

Monday, 9 December 2013

The Overtunes








The Overtunes merupakan band yang terdiri atas tiga bersaudara. Mada Emmanuelle, 19; Reuben Nathaniel, 17; dan Mikha Angelo, 16. Band itu dibentuk pada 2010. Setelah Mikha Angelo mengikuti X Factor Indonesia, jalan The Overtunes semakin lancar.
Dipinang major label, pada pengujung tahun ini The Overtunes merilis minialbum Sayap Pelindungmu. Ketika Mikha menjadi peserta X Factor Indonesia, publik menyukainya. Muda (saat itu berusia 15 tahun), good looking, pintar, dan memiliki kemampuan musikalitas yang tinggi.
Ternyata, bukan hanya Mikha yang memiliki kelebihan itu. Dia punya dua kakak yang juga memiliki itu semua. Mereka bertiga sama-sama piawai bermusik. Kata ketiganya, bermusik sudah menjadi bagian dari hidup. Kalau di rumah, sekeluarga sering jamming bareng. Padahal, dulu waktu masih kecil, mereka bertiga tidak paham kenapa harus belajar musik.
’’Waktu kecil awalnya dipaksa. Bukan dipaksa yang gimana, awalnya nggak ngerti. Kami bertiga dilesin piano. Tapi, nggak tahu tujuannya apa,’’ ungkap Mikha ketika ditemui di kantor Sony Music Entertainment Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).
Karena belum tahu tujuan itu, ketika pertengahan SD, mereka bertiga berhenti les. Katanya, bosan karena yang dipelajari adalah piano klasik. Tapi, rupanya ’’pancingan’’ orang tua berhasil. Gara-gara piano, mereka jadi penasaran sama musik. ’’Reuben penasaran sama gitar. Dia belajar gitar setelah piano,’’ ungkap Mikha.
Begitu juga dengan Mikha dan Mada hingga akhirnya mereka membentuk band The Overtunes tiga tahun lalu. Main musik dari panggung ke panggung. Masih jadi band indie biasa. Meski, sebetulnya mulai banyak penggemar karena ketiganya adalah cowok. Mereka berusaha lebih dikenal banyak orang. Tapi, kan itu tidak gampang. ’’Sempat juga merasa, wah kok bandnya nggak keekspos juga nih,’’ ungkap Reuben.
Akhirnya, mereka memilih untuk menjadi musisi yang benar. Main musik tidak untuk mencari uang. Tapi, mengembangkan bakat yang diberikan Tuhan. ’’Kalau bakat itu disia-siakan, sayang banget. Tujuan kita sih jadi musisi. Biar bisa main musik terus,’’ tambah Mikha.
Kini mereka telah masuk industri musik. Karya mereka bisa didengar banyak orang. Bakat pun tersalurkan. ’’Tanggung jawab jadi lebih besar. Nggak boleh asal-asalan kalau buat lagu. Sebab, kan ini didengar banyak orang,’’ tegas Reuben.

Satu lagi, mereka tidak akan pernah bubar. Meski sekarang orang menyebut mereka sebagai band, itu hanya sebutan. Aslinya, mereka adalah keluarga. Kakak beradik. Ke depan, tidak tertutup kemungkinan ketiganya melakukan hal lain. Misalnya, yang diceritakan Mikha, masing-masing memiliki passion sendiri.
’’Mada ada keinginan apa, Reuben ada keinginan sendiri juga. Itu bisa dilihat nanti,’’ katanya. Tapi, band tidak akan bubar. ’’Kalaupun bubar, di rumah juga ketemu mereka lagi. Main musiknya juga bareng lagi. Ya, ini keluarga, seperti halnya orang lain dengan keluarganya. Ini berarti banget,’’ tegas Mikha.

Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">