-->

Thursday, 6 September 2012

Menabur Kehidupan


Bacaan : Matius 13 : 1 – 9
Pokok : 1 Timotius 6 : 18
‘Peringatkan agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.’

Pendeta John Ortberg bilang, “Letakkan batu di tanah, maka batu itu hanya akan diam di situ. Tapi, letakkanlah benih di dalam tanah, maka sesuatu akan terjadi.” Perbedaannya sederhana. Karena di dalam benih ada kehidupan. Benih menyerap zat-zat makanan dan tumbuh karena ada kehidupan di dalam benih itu. Tanpa itu, benih nggak ada bedanya sama batu. Benih jadi tanaman dan berbuah. Benih itu member sesuatu untuk dunia ini. Sebaliknya, batu ditanam di tanah yang subur sekalupun, tidak akan pernah menghasilkan apa-apa, karena memang batu adalah benda mati. Di dalam batu tidak ada kehidupan.
Nah, dengan ilustrasi sederhana di atas, kita bisa cek lagi kehidupan kita. Apa yang sudah kita tabur ke dalam hidup orang lain.?? Apa itu benih yang membawa kehidupan.??? Atau Cuma batu.??? Mungkin kamu pernah dengar tentang seorang Suster Biarawati yang bertugas mengajar geografi di Kalkuta, India. Tiap kali ia pergi mengajar, dia selalu melewati jalan yang dipenuhi oleh orang-orang kusta yang  miskin. Mereka nggak punya kehidupan, mereka seperti mati meskipun masih hidup. Hati sang Suster tergerak, ia mulai melakukan apa yang bisa ia lakukan: membersihkan dan membalut penderita kusta yang ia temui, sebanyak ia mampu. Siapa yang menyangka benih itu tumbuh, Suster-suster yang lainnya pun mulai bergabung dan ikut bersama-sama dengannya. Pelayanannya makin besar, dampak dari benih kehidupan itu benar sudah mengubah kehidupan. Yupz, kita pasti tau siapa Suster itu, dunia mengenalnya sebagai ‘Mother Theresa.’
Saudara, ‘melalui setiap perbuatan baik, kita telah menabur benih, meski hasil tuaiannya tidak bisa kita lihat.!!’
Demikian pula dengan Yesus, Ia juga menaburkan hidup-Nya untuk murid-murid-Nya. Hidup mereka diubahkan, mereka meneruskan pekerjaan Gurunya, dan dampaknya terus berlanjut sampai sekarang. Apa yang telah Yesus lakukan kini terus bertumbuh dan makin banyak kehidupan yang diubahkan. Yupz, kita nggak akan pernah tau berapa jumlah buah yang akan dihasilkan dari satu benih, kita pun nggak akan pernah tau dampak yang terus bergulir dari benih kebaikan yang telah kita tabur. Mengunjungi teman yang lama nggak ke Gereja, kasih support buat yang lagi sakit atau sedih, senyum ramah pada orang lain, dan lain-lain. Mungkin hal ini kedengarannya sangat simple, tapi tanpa kita sadari, hal yang kecil tersebut dapat membawa dampak yang besar buat orang lain. So, mulailah untuk menabur kehidupan.!!

Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">