-->

Monday, 3 September 2012

I Love Me



Mungkin sudah banyak yang tahu kalau konsep dan istilah narsisisme atau narsisistik berawal dari mitologi Yunani Kuno tentang seorang Pemuda yang sangat tampan bernama Narsisus ( Narcissus ). Kisahnya so tragic.!!


Dikisahkan, Narsisus adalah Putera Dewa Sungai, Cephissus.
Pada saat itu Echo, seorang Dewi yang nggak bisa bicara fall in love terhadap Narsisus.
Namun cinta Echo ternyata bertepuk sebelah tangan, dengan kejam Narsisus menolak cinta Echo mentah-mentah. Hiks.!! Narsisus merasa jauh lebih elok dibandingkan Sang Peri. Echo pun marah, dan akhirnya mengutuk Narsisus nggak bisa jatuh cinta pada orang lain, kecuali pada bayangan dirinya yang dilihat di atas air danau.




Pada Suatu hari, saat sedang iseng-iseng melewati sebuah danau yang sangat bening airnya, Narsisus melihat pantulan dirinya sendiri. Kutukan Echo pun terbukti. Narsisus lantas sangat mengagumi dan jatuh cinta pada pantulan tersebut. Ia sangat ingin menyentuh dan memiliki wajah yang dilihatnya. Namun setiap kali  ia mengulurkan tangannya untuk meraih pantulan itu, bayangan itu kemudian menghilang.
Saking tergila-gilanya sama bayangannya sendiri, Narsisus rela menunggu di tepi danau untuk mendapatkan bayangan yang menjadi objek kekagumannya, sampai-sampai ia akhirnya menceburkan dirinya sendiri ke dalam danau dan kemudian mati tenggelam.
Para Dewa yang jatuh kasihan mentransformasikan Narsisus menjadi tumbuhan berbunga yang diberi nama Narsisus ( Narcissus ).


Pada gilirannya, mitologi ini digunakan dalam psikologi pertama kalinya oleh Sigmund Freud ( 1856 - 1939 ) untuk menggambarkan individu-individu yang menunjukan cinta diri yang berlebihan. Sekali lagi nih... BERLEBIHAN.!!! Freud menamakan mereka 'The Narssists' dan pelakunya disebut individu narsisistik atau seorang narsisis.

Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">