-->

Wednesday, 5 September 2012

Bambu Dan Pakis


>>> Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesame dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.



>>> “Tuhan,” kataku. “Berikan aku satu alas an untuk tidak berhenti.??” Dia memberi jawaban yang sangat mengejutkanku. “Lihat sekelilingmu.!!,” kata-Nya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini.??”

“Ya”, jawabku.



>>> Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali aku menanam mereka, aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dengan benih bamboo. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.!!

>>> Dalam tahun kedua,pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dengan benih bamboo. Tetapi, Aku tidak menyerah terhadapnya.

>>> Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bamboo itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun keempat.”



>>> “Lalu pada tahun kelima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun, enam bulan kemudian, bamboo ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaan-Ku tantangan yang tidak bias mereka hadapi dan tangani.!!”



>>> “Tahukah engkau anak-Ku, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu.??? Aku tidak menyerahterhadap bambu itu. Aku juga tidak akan menyerah terhadapmu.”



>>> Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi, keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”



>>> “Saatmu akan tiba,” Tuhan mengatakan itu kepadaku.

“Engkau akan tumbuh sangat tinggi.!!”

“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh.???” Tanyaku.

“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat bertumbuh.??” Tuhan balik bertanya. “Ya.” Jawab-Nya, “Muliakanlah Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang dapat engkau capai.!!”



>>> Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku, dan juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.

‘Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memebrikan pengalaman; kedua-duanya memberikan arti bagi kehidupan ini.


Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">