-->

Tuesday, 28 August 2012

Jangan Sombong.!!



Pembacaan Alkitab: Amsal 3:3-4 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau.! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Suatu hari ada seorang anak bercakap-cakap dengan ibunya. Si anak bertanya pada ibunya, "Ma kenapa sih orang-orang bilang, kalau si pak Tarno, pengusaha yang hebat itu, bisa jadi kayak sekarang ini, karena dia udah banyak makan garam? Kan garam itu rasanya asin ma." Ibunya pun menjawab,"Bukan kayak gitu maksudnya nak. Orang yang sudah banyak makan garam itu artinya, orang yang sudah punya banyak pengalaman dalam hidupnya. Artinya, dia bisa jauh lebih bijaksana dan sukses dari orang kebanyakan, karena sudah melewati banyak proses kehidupan, berbekal dengan pengalamannya."

Si anak pun menyahut, "Oh gitu ya ma. Tapi kalau begitu pak Tarno masih kalah jauh donk dari pak Sudi yang jualan nasi goreng tiap malam. Kan pak Sudi udah banyak makan cabe, tapi tetap santai aja n baik sifatnya. Suka ngasih gratisan lagi sama aku." "Lho, kok pak Sudi jauh lebih hebat dari pak Tarno, cuma karena dia banyak makan cabe nak?" "Ya iya donk ma. Pak Tarno, setelah dia udah banyak makan garam n sukses kayak sekarang, dia jadi sombong banget n gak lagi merhatiin orang-orang yang status sosialnya lebih rendah dari dia. Beda dengan pak Sudi yang udah banyak makan cabe. Biarpun perusahaan yang dulu dia pegang bangkrut karena kena tipu orang, istri dan anaknya pergi ninggalin dia, trus jualan nasi goreng tiap malam, dia tetap aja bisa tersenyum ramah dan baik sama semua orang. Jelas banget kalau pak Sudi jauh lebih hebat dari pak Tarno." Mendengar penjelasan anaknya yang masih kecil itu, si ibu pun terdiam merenungkannya.

Berapa banyak dari kita yang dapat mengerti isi dari cerita diatas? Dalam kehidupan ini, siapapun kita pasti akan merasakan tentang pahit dan manisnya kehidupan. Terlepas dari status, usia, dan pekerjaan kita. Dan sering kali setiap pengalaman yang kita alami dalam hidup ini, akan sangat berpengaruh dalam membentuk dan mengubah pribadi kita masing-masing.

Di tengah-tengah perkembangan dunia yang sangat cepat seperti ini, sangat berdampak besar pada perkembangan ideologi dan karakter seseorang. Contoh kecilnya, seorang cewek/cowok yang lemah lembut dan baik hati, bisa saja menjadi seseorang yang senang mempermainkan perasaan pasangannya, karena dulu pernah dikhianati ataupun dilukai, dan hal itu masih sangat membekas dalam hatinya. Seorang anak yang penurut dan taat pada orang tua, dapat berubah menjadi seorang pemberontak dan memiliki kepahitan dalam hatinya, karena tak dianggap lagi oleh kedua orang tuanya, tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya, lalu lari pada narkoba, miras, rokok, dan film porno. Seorang sahabat yang baik dan hangat, bisa menjadi seorang pengkhianat dan penipu, karena berkali-kali dikhianati oleh sahabatnya, sehingga ia menjadi sangat sulit untuk mempercayai orang-orang yang ada dalam hidupnya.

Mungkin hal ini terdengar terlalu berlebihan bagi beberapa orang, namun kenyataannya hal ini sering terjadi dan sedang mewabah di tengah-tengah dunia. Bahkan banyak kasus yang terjadi, jauh lebih parah dari apa yang dapat kita bayangkan. Dalam matius 24:12 menjelaskan tentang penyebabnya, jauh sebelum semua hal-hal diatas terjadi. Tertulis demikian "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."

Dunia dan isinya semakin bertambah jahat dan membusuk. Kejahatan sedemikian mudahnya terjadi dimana-mana dan kita semua telah menyaksikannya di depan mata kita sendiri. Ayah memperkosa anaknya, ibu memakan daging anaknya sendiri, orang tidak lagi sekedar membunuh namun memotong-motong tubuh korbannya, dan banyak lagi yang terjadi di sekeliling kita. Dengan melihat dan mengetahui segala fakta yang ada seperti ini, apakah ada jaminan bagi kita untuk tetap seperti karakter kita yang sekarang, atau justru seiring berjalannya waktu karakter kita pun akan berubah menjadi sama seperti dunia dan isinya?

Seperti lirik lagu dari Brenda Bolang yang bagian reffnya berkata demikian, "Kau Tuhan adalah Bapa yang setia, tiada sekalipun ku ditinggalkan. Penghiburan yang kurindukan, selalu Kau sediakan. Slamanya ku sembah, Bapa yang setia. Tak kan Kau biarkan, ku terpisahkan. Yesus, Kaulah sumber pertolonganku, yang dapat ku percaya.

Lirik lagu yang sangat indah, yang menggambarkan bahwa pribadi yang kita sembah, adalah seorang Bapa yang akan tetap setia dan tidak akan pernah berubah, dulu, skarang, slamanya, yang akan selalu menyertai kita, dan juga menggambarkan janji dan komitmen iman dari penyanyinya, yang akan tetap menyembah Yesus, sebagai sumber pertolongan yang ia percayai, untuk selamanya.

Lirik lagu diatas, terlebih Ibrani 13:8, memberikan jaminan tersendiri bagi setiap orang yang mengasihi Tuhan. Jika Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus Kristus, adalah seorang Bapa yang setia, yang tidak akan pernah berubah dalam mengasihi kita, mengapa kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, takut akan terseret arus berubah mengikuti karakter dunia beserta isinya?

Dalam hidup ini kita tidak akan pernah mendapatkan dan merasakan kesempurnaan, dalam merasakan cinta dan kasih sayang yang kita inginkan dan dambakan. Seberapapun baik sahabat kita, seberapapun manis pasangan hidup kita, seberapapun hangat kasih sayang yang kita rasakan dari kedua orang tua kita, ada saatnya mereka bisa saja, entah sadar atau tidak, entah sengaja atau tidak, dapat mengecewakan dan melukai hati dan perasaan kita. Begitulah adanya manusia di seluruh dunia. Sehingga kehidupan ini tidak selalu terasa manis, namun kadang memberikan kepahitan dan perih dalam hati kita.

Dan dalam keadaan yang seperti itu, siapapun kita pasti akan diperhadapkan dengan sebuah pertanyaan dan pilihan. "Apa yang akan kita lakukan berikutnya? Apa pribadi kita akan berubah, lalu membalas setiap rasa sakit, kecewa, dan luka yang kita rasakan? Atau kita hanya akan menerimanya dengan hati yang lemah lembut, lalu menjalani hari seperti biasanya?"

Bagi orang yang sering merasakan penderitaan dalam hidup, mereka akan lebih mudah untuk memilih pilihan yang pertama. Bagi mereka yang belum atau tidak pernah merasakan penderitaan seperti diatas, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengatakan memilih pilihan yang kedua. Dan yang manapun yang akan mereka pilih dan jalani, tidak ada seorang pun yang dapat menghakimi keputusan dan pilihan yang mereka ambil, berdasarkan dari pengalaman hidup yang mereka alami.

Tuhan Yesus sebagai pribadi yang mahakuasa, sangat mengetahui tentang hal ini. Dan karena hal ini pula, Ia turun ke dalam dunia, untuk menyampaikan dan memberikan kasih yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Ia memanggil mereka yang disebut sebagai sampah dunia, dan dipandang berdosa serta tak layak untuk hidup, untuk memberikan kepada mereka, kasih yang mereka butuhkan dan layak untuk mereka rasakan, dan bukan penghakiman untuk menghukum mereka dalam keberdosaan masing-masing (Yohanes 3:17).

Sehingga untuk mereka yang memiliki luka, kekecewaan, dan kepahitan dalam hati, Yesus memberikan harapan baru bagi mereka, dengan berkata "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28). Dan Ia juga memberikan undangan terbuka, bagi mereka yang haus akan kasih dengan berkata, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37) Dan dengan pernyataan demikian Yesus Kristus, Tuhan yang kita sembah, memberikan jaminan bagi kita yang menginginkan untuk mengecap dan merasakan kasih dan penghiburan yang kita butuhkan.

Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Dunia dan isinya boleh saja bertambah jahat dan semakin membusuk. Namun hal itu tidak dapat memberi pengaruh untuk merubah karakter kita sebagai umat yang mengasihi Tuhan. Karena bagi kita yang percaya kepada-Nya, Yesus memberikan jaminan bahwa kasih setia yang ada dalam pribadi-Nya, tidak akan pernah berubah, dulu, sekarang, sampai selamanya. Sehingga biarlah dalam kehidupan kita masing-masing, ada kasih yang berasal dari Bapa di Sorga, yang mengisi setiap kehidupan kita, dan boleh dinikmati oleh siapa saja yang ada disekeliling kita. Dan biarlah, apapun yang akan terjadi, kita tidak akan pernah berubah dari dasar iman kita dalam Yesus Kristus, namun tetap bertahan dalam kesetiaan, sampai pada kedatangan-Nya kali yang kedua dimana kita akan mengambil bagian, masuk dalam kerajaan-Nya, kekal untuk selamanya. Tuhan Yesus mengasihi kita semua.!!! 


Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">