-->

Thursday, 29 March 2012

MENCINTAIMU SAMPAI MATI


“Sayang, kamu mau bawa aku kemana??? Kenapa sigh mata aku pakai ditutup segala?? Kan gelap...” Ujar Zheyla yang keheranan dengan sikap Ricky yang menutup matanya dengan sapu tangan. Meski Zheyla tak tahu akan dibawa kemana, namun dia tetap saja mengikuti Ricky. Karena Zheyla percaya kalau pacarnya itu, pasti tak akan menyakitinya.
“Kamu tenang aja sayang, bentar lagi nyampe kok.!!” Ujar Ricky.
Setelah sampai di tempat tujuan Ricky pun menuntun Zheyla sampai Zheyla duduk. Setelah Zheyla duduk, Ricky pun membuka sapu tangan yang menutup mata Zheyla.
“Surprise.!!!” Teriak Ricky.
Saat Zheyla membuka kedua matanya, dia begitu terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Ricky. Ternyata Ricky telah mempersiapkan sebuah acara dinner yang begitu romantis. Para pemain musik pun mulai melantunkan instrument yang begitu romantis. Lilin-lilin pun bertaburan dimana-mana, hingga membentuk hati. Zheyla pun terpanah dengan apa yang telah disiapkan Ricky untuknya.
“Makasih yah sayang.!! Ini sungguh indah.!! Aku sayang banget ama kamu.!!” Ujar Zheyla. Ricky pun menyambut hangat perkataan Zheyla dengan menggenggam erat tangan Zheyla. Tiba-tiba, Ricky mengeluarkan sebuah kotak dari saku kemejanya.
“Sayang, maukah kau menikah dengan ku?? Maukah kau menjadi Istri ku??” Tutur Ricky sembari membuka kotak yang berisi cincin. Ricky bermaksud ingin melamar dan meminang Zheyla. Melihat hal itu, Zheyla terdiam sejenak. Dia menundukkan kepalanya. Ricky pun keheranan. Rasa khawatir pun mulai menyelimuti hati Ricky. Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Zheyla membuat Ricky ragu kalau Zheyla akan menerimanya.
“Sayang, kenapa kamu diam?? Apa kamu gak mau??” Tanya Ricky yang semakin gelisah menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Zheyla.
“Maafkan aku sayang,,,” Zheyla pun akhirnya membuka mulutnya yang sempat bungkam. Zheyla menggantungkan kata-kata yang diucapkan di ujung bibirnya. Ricky pun terlihat begitu kecewa. Dengan perasaan yang hancur dia menundukkan kepalanya. Dia tak sanggup menatap Zheyla yang tersirat telah menolak lamarannya.
“Sekali lagi aku minta maaf,,, karena aku,,,” Zheyla belum selesai mengutarakan apa yang hendak dikatakan olehnya, karena tiba-tiba Ricky memotong perkataan Zheyla.
“Aku sadar, kalau aku itu kurang baik, aku itu tidak tampan, aku itu tidak kaya, aku itu tidak pintar.!! Sudahlah, mungkin aku bukan yang terbaik untukmu.!! Tak perlu lagi kau menjelaskan apapun, karena aku tahu apa maksudmu.!!” Ujar Ricky dengan penuh kekecewaan lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi.
Saat Ricky hendak melangkah pergi, tiba-tiba tangan lembut Zheyla memeluk erat tubuh Ricky dari belakang. Ricky pun terkejut dengan sikap Zheyla.
“Sudahlah, biarkan aku pergi.!! Aku tak mau semakin terluka, jadi aku mohon, lepaskan dan biarkan aku pergi” Ujar Ricky. Mendengar perkataan Ricky membuat Zheyla semakin erat memeluknya.
“Sayang, aku tak akan membiarkan kamu pergi dari aku, karena aku tak bisa menolak lamaranmu.!! Aku sangat menyayangimu.!! Aku butuh kamu, aku mencintai kamu.!! Aku ingin menjadi Istrimu.!!!” Ujar Zheyla mengutarakan ucapannya yang sempat terpotong. Ricky pun tersenyum sembari membalikkan tubuhnya dan menatap Zheyla dengan tatapan yang penuh dengan cinta.
“Benarkah apa yang kau katakan tadi?? Benar kamu mau jadi Istri aku??” Tanya Ricky mencari kepastian akan perkataan Zheyla barusan.
“Iya sayang, aku mau.!!” Sahut Zheyla menegaskan kembali perkataannya.
Dengan penuh kegembiraan Ricky pun langsung memeluk Zheyla.
“Aku sayang banget ama kamu.!!” Ujar Ricky lalu memberikan satu kecupan di dahi Zheyla.
“Aku juga sayang.!!” Balas Zheyla.
Setelah itu keduanya pun melanjutkan acara dinner yang sempat tertunda. Terlihat jelas ada kebahagiaan yang dirasakan oleh keduanya. Namun akankah cinta keduanya tetap akan terjaga??



-Tiga hari kemudian-
-Siang itu di rumah Ricky-
“Ma, Pa, Eyang, aku mau menikah dengan Zheyla.!!” Ujar Ricky. Mendengar perkataan Ricky, semuanya yang terkumpul di ruang makan pun terkejut, bahkan ada yang keselek.
“Apa?? Kamu mau menikahi gadis itu?? Apa gak ada pilihan yang lain apa?? Apa kamu sudah gila??” Tanya Sang Ibu dengan nada kasar.
“Ricky, apa yang dikatakan Ibu kamu itu benar.!! Gadis itu tak pantas bersanding dengan kamu” Ujar sang Eyang untuk memperkuat perkataan dari Ibunda Ricky.
“Tapi Eyang, Ricky tuh cintanya hanya sama Zheyla, dan Ricky gak mau sama yang lain.!!” Tutur Ricky yang tetap pada [endiriannya.
“Bu, Ka, kenapa sih kita tak membiarkan Ricky itu memilih pendamping hidupnya?? Dia kan sudah dewasa, jadi dia berhak untuk memilih sendiri..” Ujar Tantenya Ricky, adik dari Ibunda Ricky.
“Apa-apan sih kamu Clar?! Gadis itu tuh pembawa sial. Apa kamu mau ketularan sial gara-gara ada dia di rumah ini??” Tanya Ibunda Ricky.
“Ma, dia itu punya nama. Namanya Zheyla, jadi aku mohon ama mama agar Mama mau menerima Zheyla untuk menjadi Istri aku. Aku akan buktikan sama Mama, kalu Zheyla itu adalah wanita yang terbaik.!!” Ujar Ricky.
“Baiklah, Mama menyetujui pernikahan kamu, tapi ingat, kamu harus membawa dia jauh-jauh dari rumah ini.!!” Ujar Ibunda Ricky.
“Baiklah Ma.!!” Tutur Ricky menyetujui permintaan dan syarat dar Sang Ibu.
“Oh yah, ada satu lagi…”
“Apa itu Pa??” Tanya Ricky
“Kamu harus mendapatkan keturunan yang sehat dari dia, kalau sampai tidak, maka gadis pembawa sial itu akan ditendang dari keluarga kita. Paham??” jelas sang Ayah.
“Pasti Pa, aku dan Zheyla pasti akan memberikan Papa dan Mama cucu.!!” Sahut Ricky dengan penuh percaya diri.


Setelah selesai makan siang, Ricky pun dengan segera pergi ke rumah Zheyla. Ricky semakin tak sabar untuk memberitahukan kabar yang bahagia itu kepada Zheyla kekasihnya.

-Sesampainya di rumah Zheyla-
“Ning, nong, ning, nong..” Bel rumah Zheyla berbunyi. Dengan segera Zheyla berlari dan membukakan pintu. Ditemukannyalah Ricky kekasihnya itu di depan pintu rumahnya.
“Sayang, kamu ngapain siang-siang ke rumah aku?? Kenapa gak istirahat?? Kamu kan capek habis kerja.!!” Ujar Zheyla dengan penuh keheranan. Ricky yang mendengar pertanyaan Zheyla hanya bisa tersenyum. Tak kuat dengan perasaan yang dirasakannya saat itu membuat Ricky secara spontan memeluk Zheyla.
“Kamu kenapa Sayang??” Tanya Zheyla.
“Aku bahagia.!!” Sahut Ricky singkat.
“Iya, aku tau kamu bahagia, tapi apa yang buat kamu bahagia??” Tanya Zheyla yang begitu keheranan dengan sikap Ricky.
“Orang tua aku merestui hubungan kita.! Minggu depan aku ingin menikahi kamu.!!” Ujar Ricky.
“Benarkah itu??” Tanya Zheyla yang masih tak percaya.
“Iya Sayang.!!” Sahut Ricky singkat. Zheyla pun memeluk Ricky semakin erat. Ke duanya terlihat begitu bahagia. Namun mungkinkah kebahagiaan yang mereka rasakan saat itu akan tetap bertahan sampai mereka terpisahkan oleh kematian??

Jam terus berputar, jarum detik dan menit pun bersahut-sahutan. Ricky yang hampir dua jam di rumah Zheyla pun memutuskan untuk pulang.
“Sayang, aku pulang dulu yah.! Oh yah, jangan lupa kabari ke dua Orang tua kamu.!” Tutur Ricky sebelum meninggalkan kekasihnya itu.
“Iya Sayang.! Salam buat semuanya yah.!!” Ujar Zheyla dengan senyum. Ricky pun pergi. Tak lama setelah kepergian Ricky, bel rumah Zheyla pun kembali berbunyi.
“Siapa yah??” Tanya Zheyla sembari mendekat ke pintu.

“Tante???” Tutur Zheyla terkejut. Ternyata yang datang adalah Ibunda Ricky dan Adik Ricky.
“Silahkan masuk Tante.!!” Ujar Zheyla mempersilahkan Ibunda Ricky untuk masuk.
“Gak usah.!! Lagian, aku tuh paling gak mau masuk kalau rumahnya tuh sempit kayak gini, pengap tau?!!” Ujar Ibunda Ricky penuh dengan keangkuhan.
“Tante ada keperluan apa kesini???” Tanya Zheyla dengan senyuman.
“Gak usah sok akrab deh kamu.!! Dasar munafik.!! Kamu tuh suka ama Kakak aku karena hartanya kan?? Iya kan??” Bentak adik Ricky. Zheyla yang mendengar perkataan dari adik Ricky hanya bisa bersabar. Dia hanya bisa tersenyum, meski kenyataannya hatinya terluka.
“Maaf, tapi aku benar-benar mencintai Ricky.! Aku tidak pernah mengejar harta Ricky.! Aku tulus mencintai Ricky.!” Ujar Zheyla mencoba meyakinkan Adik Ricky.
“Udahlah, kamu gak usah bohong.! Tante tau kok maksud kamu mendekati Ricky.! Ingat, Tante menyetujui hubungan kamu dengan Ricky bukan karena Tante suka dengan kamu.! Tante tuh paling gak suka punya Menantu yang miskin apalagi gak jelas kayak kamu.!! Tante pastikan, kamu dan Ricky gak akan bertahan lama.!!” Ujar Ibunda Ricky yang penuh dengan kebencian terhadap Zheyla. Zheyla hanya bisa diam dan menahan rasa sakit yang dia rasakan. Dia mencoba tegar dan tidak menangis. Setelah Ibunda Ricky puas menghina dan menjatuhkan Zheyla, Beliau dan anak perempuannya itu pun pergi meninggalkan Zheyla yang masih berpijak di depan pintu.
“TUHAN, kenapa aku harus mengalami ini??? Seburuk itukah diriku??” Batin hati Zheyla yang penuh dengan tanda tanya.
“TUHAN, tolong kuatkan aku, agar aku bisa menjaga cinta ku.!! Aku sungguh-sungguh mencintai Ricky, tolong jaga cinta kami.!!” Harapan pun teruntai dari mulut Zheyla. Kesedihan begitu tampak terlukis di raut wajah Zheyla, namun demi cintanya kepada Ricky dia mencoba tetap tegar. Dia mencoba menerima semua perlakuan buruk dari Calon Ibu Mertuanya itu. Setelah lama termenung di depan pintu, Zheyla pun memutuskan untuk masuk, lalu ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Zheyla pun mengambil Laptopnya lalu mulai mengetik huruf demi huruf yang menjadikan sebuah kisah yang penuh dengan kesedihan. Kisah yang terangkai itu tidak lain adalah kisah cintanya yang kurang di setujui oleh Ibunda Ricky. Saat merangkai kata demi kata, air mata Zheyla tak henti-hentinya menitihkan air mata. Air mata yang sempat tertahan pun akhirnya jatuh berderai.
“TUHAN, tolong kuatkan aku.!!!” Doa pun terucap dari mulut mungil Zheyla. Zheyla hanya bisa berharap kalau suatu saat nanti Ibunda Ricky bisa seutuhnya menerima dia.



-Ke esokan harinya-
Pagi itu di rumah kediaman Zheyla


_Di Kamar Zheyla_
“Terimakasih TUHAN, karena sampai saat ini Hamba masih bisa merasakan Keindahan Alam Ciptaan-MU ini… hamba bersyukur untuk Nafas Kehidupan yang masih ENGKAU karuniakan buat Hamba. Hamba tetap mau menyerahkan dan mempercayakan seluruh kehidupan Hamba hanya ke dalam tangan-MU. Biarlah kiranya kehendak-MU sajalah yang jadi dan bukan kehendak Hamba.!! Tolong Hamba BAPA, agar Hamba sanggup menjalani hari-hari dalam kehidupan Hamba dengan selalu bergantung kepada-MU. Lindungilah orang-orang yang Hamba sayangi.!! Kuatkanlah cinta Hamba dan Ricky.!! Ampuni Hamba TUHAN.!! Amin..” Setiap pagi Zheyla selalu menyempatkan dirinya untuk berdoa dan mengucap syukur kepada TUHAN. Saat Zheyla selesai berdoa, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dengan segera Zheyla pun berlari menuju depan pintu lalu membuka pintu rumahnya itu. Didapatinyalah Kedua Orang tuanya yang sedang berdiri menunggu pintu dibuka.

“Ibu, Ayah… Zheyla kangen ama Ibu dan Ayah.!!” Ujar Zheyla lalu memeluk kedua Orang tuanya itu dengan erat. Air mata pun berderai mewarnai pertemuan yang terjadi saat itu.

“Nak, Ibu dan Ayah juga kangen ama kamu.!! Kok kamu nangis sih??” Tanya Sang Ibu.
“Zheyla bahagia Bu.!!” Sahut Zheyla singkat. Zheyla dan kedua Orang tuanya pun masuk.
“Oh yah Sayang, kapan acara pernikahan kamu dengan Ricky??” Tanya Sang Ayah.
“Beberapa hari lagi ‘Yah.!!” Sahut Zheyla. Senyum manis Zheyla terlihat sedikit bebeda, seperti ada sesuatu yang menahan senyum manisnya itu. Melihat hal tersebut, Sang Ibu pun merasa ada yang janggal. Dengan penuh kehati-hatian Sang Ibu pun mencoba mencari tau.
“Nak, kamu kenapa Sayang??? Apa yang membuat senyum manis kamu itu seperti tak mekar??? Apa kamu masih ragu?? Apa kamu tidak bahagia??” Tutur Sang Ibunda dengan beberapa pertanyaan. Zheyla pun hanya bisa tersenyum simpul.
“Enggak ada apa-apa kok Bu.!! Zheyla bahagia banget.!! Mungkin Zheyla deg-degan aja Bu.!!” Sahut Zheyla mencoba menyembunyikan permasalhan yang di hadapinya.
“Yah udah, sekarang Ibu dan Ayah ke kamar dulu yah?!” Ujar Sang Bunda lalu beranjak dari kursi kayu yang di dudukinya.
“Bu, ‘Yah, Zheyla tinggal bentar yah.!! Zheyla mau ke rumah teman.!!” Ujar Zheyla berpamitan.
“Yah sudah, kamu hati-hati yah.!! Jaga diri baik-baik.!!” Nasehat sang Ibu.
“Iya Bu.!!” Ujar Zheyla lalu berlalu.





Bersambung...


Real Time Pengunjung

My Friends

https://twitter.com/#!/Ranwik_Julianto" target="_ranwik_julianto="Follow Me on Twitter">